BAB I Pendahuluan A. Latar Belakang Masalah Menulis adalah suatu kegiatan yang tidak mungkin bisa dipisahkan dari para mahasiswa, khususnya saat perkuliahan . Baik dalam menulis laporan praktikum, makalah, tugas akhir, kritik, esai dan sebagainya, mahasiswa dituntut untuk menuliskannya dengan baik dan benar. Namun pada kenyataannya, tidak semua mahasiswa memiliki pemahaman yang baik akan hal tersebut. Mengapa saya bisa mengatakan demikian? Hal ini dapat dibuktikan dengan melihat karya ilmiah mahasiswa salah satunya yang berupa kritik dan esai. Kebanyakan strukturnya kurang teratur dan pembahasannya tidak terpaku pada satu topik. Selain itu, biasanya mahasiswa tidak menyertakan fakta-fakta yang mendukung opini mereka dalam esai tersebut. Hal-hal inilah yang masih luput dari pembuatan esai di kalangan para mahasiswa. Oleh karena itu , untuk memperdalam pengetahuan dan meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam kegiatan menulis ...
Wahai langit .... Tanyakan pada-Nya Mengapa Dia menciptakan sekeping hati ini .... Begitu rapuh dan mudah terluka .... Saat dihadapkan dengan duri-duri cinta Begitu kuat dan kokoh .... Saat berselimut cinta dan asa .... Mengapa Dia menciptakan rasa sayang dan rindu di dalam hati ini .... Mengisi kekosongan di dalamnya Menyisakan kegelisahan akan sosok sang kekasih Menimbulkan segudang tanya .... Menghimpun berjuta asa .... Memberikan semangat juga meninggalkan kepedihan yang tak terkira .... Mengapa Dia menciptakan kegelisahan dalam jiwa .... Menghimpit bayangan .... Menyesakkan dada .... Tak berdaya melawan gejolak yang menerpa .... Wahai ilalang .... Pernahkan kau merasakan rasa yang begitu menyiksa ini ? Mengapa kau hanya diam .... Katakan padaku .... Sebuah kata yang bisa meredam gejolak jiwa ini .... Sesuatu yang dibutuhkan raga ini .... Sebagai pengobat rasa sakit yang tak terkendali .... Desiran angin membuat berisik dirimu .... Seolah ada sesuatu yang kau ucapkan padaku .... ...
puisiku cabik di atas kertas berwarna ragaku mati dari keadaan yang tak terhargai jiwaku hilang di pecundangi dunia diriku tenggelam dalam cengkraman dunia namun hatiku ? masih bertahan dalam kepakan sayap-sayap rapuh mencoba mengikuti jejak-jejak yang pernah ada namun jiwaku berkata lain aku sepi di tengah keramaian dunia terlihat samar memang tapi itu adanya yang mampu ku tangkap masih belum bisa aku ikuti cahaya hati tak mampu ku mengiringi hidup seperti yang diinginkan ku telah mati ku telah tinggalkan hidupku dahulu beribu bahasa sepi telah tercipta sungguh ku terpenjara dalam lingkaran sepi By : Litha Raeska Rafius
Komentar