Aku tak begitu ahli dalam mengingat jalan. Tapi aku adalah sosok pengenang yang tangguh Aku pun tak ahli dalam menutupi perasaan Hanya saja aku pemalsu senyum yang baik dan pembohong hati yang unik Aku bukan pemanah yang mampu mengenai tepat hatimu Tapi aku ahli dalam seni panahan terbalik Aku tak mahir dalam melukai tiap sudut hati manusia Tapi aku adalah seorang yang ahli menari dalam tengah hujan badai Bertahan dalam nestapa, di hakimi oleh keputusan diri sendiri Terombang ambing diantara kejamnya derita yang masih bersamaku Diantara debar-debar luka, aku masih tak mampu membedakan mana yang lebih dingin Dirimu, atau menyair di pukul 3 pagi Sungguh aku telah mencintai luka
BAB I Pendahuluan A. Latar Belakang Masalah Menulis adalah suatu kegiatan yang tidak mungkin bisa dipisahkan dari para mahasiswa, khususnya saat perkuliahan . Baik dalam menulis laporan praktikum, makalah, tugas akhir, kritik, esai dan sebagainya, mahasiswa dituntut untuk menuliskannya dengan baik dan benar. Namun pada kenyataannya, tidak semua mahasiswa memiliki pemahaman yang baik akan hal tersebut. Mengapa saya bisa mengatakan demikian? Hal ini dapat dibuktikan dengan melihat karya ilmiah mahasiswa salah satunya yang berupa kritik dan esai. Kebanyakan strukturnya kurang teratur dan pembahasannya tidak terpaku pada satu topik. Selain itu, biasanya mahasiswa tidak menyertakan fakta-fakta yang mendukung opini mereka dalam esai tersebut. Hal-hal inilah yang masih luput dari pembuatan esai di kalangan para mahasiswa. Oleh karena itu , untuk memperdalam pengetahuan dan meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam kegiatan menulis ...
Pernah tidak? Kau bangkit ketika kau tersungkur kemudian membuka hatimu demi kebahagiaan dalam artian tanda kutip. Tapi ternyata kau tersungkur lagi bahkan terpuruk. Hanya karena hati yang tak bisa bekerja sama dalam menyeimbangkan bahagia dan perihnya. Sehingga kau merasa kau sudah begitu terlalu lama bertahan dan terjebak dalam satu rasa sakit yang kau telan hidup-hidup karena begitu cintanya kau akan sumber luka itu. Pernah tidak? mencoba menghindari suatu luka dengan menguak luka lain? Tidam peduli pada bagaimana nantinya akan terluka lagi karena yang kay tau kau hanya ingin terlepas dari pedih yang kau rasakan saat ini. melarikan diri agar bisa terlepas dari luka yang saat ini kau tahan. Kau menaruh harapanmu kepada seseorang agar terlepas dari lukamu saat ini. Namun ternyata? Luka baru, baru saja terbuka. Hati itu ternyata salah arah. Bukan seharusnya menghadap kesana. Luka baru itu telah menjadi milik orang. Hanya saja, bagi orang yang memilikinya kelak, itu adalah kebahag...
Komentar