BAB I Pendahuluan A. Latar Belakang Masalah Menulis adalah suatu kegiatan yang tidak mungkin bisa dipisahkan dari para mahasiswa, khususnya saat perkuliahan . Baik dalam menulis laporan praktikum, makalah, tugas akhir, kritik, esai dan sebagainya, mahasiswa dituntut untuk menuliskannya dengan baik dan benar. Namun pada kenyataannya, tidak semua mahasiswa memiliki pemahaman yang baik akan hal tersebut. Mengapa saya bisa mengatakan demikian? Hal ini dapat dibuktikan dengan melihat karya ilmiah mahasiswa salah satunya yang berupa kritik dan esai. Kebanyakan strukturnya kurang teratur dan pembahasannya tidak terpaku pada satu topik. Selain itu, biasanya mahasiswa tidak menyertakan fakta-fakta yang mendukung opini mereka dalam esai tersebut. Hal-hal inilah yang masih luput dari pembuatan esai di kalangan para mahasiswa. Oleh karena itu , untuk memperdalam pengetahuan dan meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam kegiatan menulis ...
Apa yang pernah aku temui sebelumnya, selalu menjadi sebuah cerita. Apa yang pernah aku lalui sebelumnya, selalu menjadi sebuah cerita. Bagaimana tidak ?? waktu itu terus berjalan bukan ? sama seperti sejarah, mereka pun tinggal cerita bukan? Menjadi kisah dan terbuat kurikulum tuk kita pelajari. Namun berbeda dengan ceritaku, mereka tidak untuk di pelajari Hanya untuk di kenang, tidak untuk semua orang Hanya aku, dan mereka yang terlibat di dalamnya Mengenang… Apakah ia berbeda dengan mengingat? Jika ya ? apa bedanya ? jika tidak, ya sudahlah Aku pernah membaca sesuatu yang berbunyi seperti ini “masa lalu hanyalah untuk di kenang, bukan untuk di ingat-ingat” namun yang selalu bongkahan tubuhku pertanyakan adalah “bagaimana bisa kita mengenangnya jika kita tidak mengingatnya??” Yaa.. Mungkin mereka ...
kau pergi tanpa suara, tanpa senyum, tanpa pamit hanya meniyisakan luka di relung hati yang terdalam yang tersimpan kenangan tentangmu dan kenangan disusul dengan dinginnya tangisan. kau pergi.. jauh... meninggalkan aku dari kepingan kenangan tentangmu khayalku terhadapmu, takkan sirna dari tiap desah nafasku dengarlah rintihan puisi ini aku hanya rindu hadirmu dahulu entah sampai kapan aku akan terluka mungkin sampai aku pun pergi menemuimu disana, di pangkuan Tuhan dengan rasa cinta yang abadi tanpa berkhayal lagi dan.. duduk di ayunan bersamamu menghilang dari bekunya tangis kerinduan tentangmu tunggu aku disana bersama Tuhan. ket : so guys , ni puisi itu di kasi tema sama Pak Armen (guru matematika di Ganesha Operation) "makasii buat temanya bapak, thata jadi berkarya :D" ini foto bapak : by : Litha Raeska Rafius
Komentar